Hino Dukung Dan Siap Ikuti Kebijakan B20

, Jakarta – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyatakan bersiap mengikuti dan mendukung kebijakan Pemerintah, yakni implementasi program mandatori biodiesel 20 persen (B20).

Implementasi B20 adalah perpaduan 20 persen minyak nabati dan 80 persen solar.

Direktur Sales dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo menyatakan bahwa sejak program itu dicanangkan, Hino telah bersiap memakai B20, pasalnya kendaraan yg diproduksi Hino terus mengalami pengembangan dan penyesuaian mengikuti keadaan yg ada di Indonesia.

“Untuk itu buat customer setia Hino tak perlu khawatir, karena Hino sudah lulus uji dan bersiap memakai bahan bakar biodiesel 20 persen atau B20,” kata Santiko, dalam siaran persnya.

Sejak tiga tahun yg lalu, Hino sudah melakukan uji mencoba pada mesin common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dikerjakan di Balai Thermodinamika Motor dan Produksi (BTMP) BPPT selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum merupakan 2.500 rpm selama 8 jam/hari.

Metode uji mencoba ini disarankan segera dari Jepang, merupakan Hino Motor Ltd, yg diklaim lebih memaksa mesin uhntuk performa mesin secara maksimal seandainya dibandingkan dengan road test atau keadaan pemakaian aktual di jalan.

Dari hasil test tersebut cuma ditemukan penyumbatan filter bahan bakar yg akibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil blending bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yg rutin mulai mampu mencegah atau diminimalisir penyumbatan filter tersebut dan hasilnya mesin Hino sudah lulus uji memakai bahan bakar biodiesel B20.

Hasil uji mencoba telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM sebagai salah satu bentuk komitmen Hino mendukung kebijakan Pemerintah.

“Kami juga mengimbau kepada Pemerintah buat menyempurnakan proses pencampuran solar dan FAME agar meminimalisir efek samping yg ditimbulkan buat kendaraan,” kata Santiko.

Dengan dimulainya bahan bakar B20, pelanggan Hino direkomendasikan bagi tidak jarang mengecek kendaraannya. Ganti filter bawah setiap 10.000 km, bersihkan tangki bahan bakar setiap 3 bulan, dan tak memakai bahan bakar lebih dari 3 bulan pengisian (jika kendaraan tersebut tak beroperasi).

Kandungan air yg ada pada biodiesel cukup tinggi buat itu pengurasan air yg ada di pre-fuel filter juga perlu dikerjakan secara berkala pada bagian water separator (sedimentor) yg terdapat pada segala kendaraan Hino.

“Dengan penggunaan bahan bakar B20, diharapkan pengusaha maupun pengemudi truk melakukan kontrol dan perawatan yg lebih rutin, ini dibutuhkan bagi mencegah atau meminimalisir penyumbatan filter sehingga keadaan kendaraan tetap terjaga dan bisnis bisa selalu berjalan,” pungkas Santiko.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin