Indonesia Peroleh 10 Prototipe Kendaraan Listrik

Jakarta – Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Jepang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mengadakan rapat dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko di Tokyo.

Dari hasil perbincangan keduanya, salah satu produsen otomotif terbesar di Jepang itu mulai memberikan bantuan berupa 10 unit purwarupa alias prototipe kendaraan listrik bagi penelitian di Indonesia.

“Kami mengapresiasi dukungan Mitsubishi yg selama ini turut memacu peningkatan daya saing dan produktivitas industri otomotif di Indonesia, termasuk rencananya memberikan 10 prototipe kendaraan elektrik buat mendukung riset di dalam negeri,” kata Airlangga lewat keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Airlangga mengatakan, pemerintah Indonesia sedang mengkaji strategi pengembangan kendaraan listrik yg mulai diproduksi oleh industri otomotif di Tanah Air.

Langkah ini sebagai salah satu wujud implementasi roadmap yg disusun oleh Kementerian Perindustrian dalam fokus mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV) sesuai dengan tren pasar dunia ketika ini yg membutuhkan kendaraan ramah lingkungan.

Untuk itu, menurut Airlangga, Indonesia membutuhkan banyak masukan terkait langkah pengembangan platform kendaraan listrik hingga komponen dan industri pendukungnya.

“Kami sedang mendorong penelitian penggunaan electric vehicle, bukan cuma dari segi kendaraan, tapi juga infrastruktur, charger-nya, stasiun pengisian listrik, availability-nya, dan semuanya,” ujarnya.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan yg turut mendampingi Menperin, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki ribuan pemasok komponen otomotif dengan skala industri kecil dan menengah (IKM).

Potensi ini perlu dimanfaatkan dan dikembangkan agar terintegrasi dengan produsen otomotif skala besar dalam menciptakan produk yg berualitas dan berdaya saing.

Ketua Umum Gaikindo Johannes Nangoi menuturkan, perlu kebijakan yg jelas terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Pasalnya, industri otomotif Indonesia masih didominasi oleh kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM).

“Industri otomotif di Indonesia 98 persen yaitu pabrikan Jepang. Terkait pengembangan kendaraan listri, kalian tak mau cuma menjadi market. Oleh karena itu, perlu investasi sehingga ke depan Indonesia dapat jadi basis produksi,” jelasnya

Setelah rapat tersebut, Menperin dijadwalkan melakukan kunjungan ke pabrik Mitsubishi Motors Okazaki yg berlokasi di Prefektur Aichi, Nagoya, Jepang, pada Rabu (18/10). Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak 1977.

Saat ini, pabrik Mitsubishi Motors Okazaki memproduksi mobil model Outlander PHEV, Outlander, RVR (ASX) Outlander Sport.

Dari sisi kinerja, Mitsubishi Motors membukukan penjualan bersih sebesar 1,9 triliun yen pada tahun 2016.

Perusahaan yg sahamnya dimiliki oleh Nissan Motor Co. Ltd. dan Mitsubishi Corporation ini menjual sebanyak 926.000 unit kendaraan bermotor di lebih dari 160 negara sepanjang tahun lalu.

Selain itu, Mitsubishi Motors memiliki lima fasilitas industri mobil di tiga negara, termasuk Indonesia. Bahkan, perusahaan ini juga milik 10 fasilitas industri dari perusahaan afiliasi dan mitra bisnis di sembilan negara dan wilayah. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin