Kendaraan Listrik Pangkas Biaya Perjalanan 40%

Jakarta – Kendaraan listrik otonom mulai merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol, demikian menurut laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF).

Berjudul Electric Vehicles for Smarter Cities: The Future of Energy and Mobility, laporan WEF itu menyampaikan mobilitas otonom, digitalisasi dan desentralisasi sistem energi membutuhkan pendekatan baru soal kendaraan listrik.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa generasi pekerjaan baru yg dikombinasikan dengan peningkatan kualitas udara mulai membawa manfaat buat kesehatan masyarakat dan dapat menghasilkan nilai kreasi hingga US$635 miliar pada 2030.

“Konvergensi mobilitas dan strategi energi bisa memperbesar manfaat ekonomi dan sosial dari mobilitas listrik di kota-kota, dan memastikan peningkatan kesinambungan, keandalan dan pilihan pelanggan,” kata Roberto Bocca, kepala Energi dan Industri Dasar dan anggota komite eksekutif WEF sebagaimana dikutip Xinhua.

Laporan WEF mengutip contoh kota-kota dunia tempat kendaraan listrik digunakan dengan dukungan pemerintah dan mitra bisnis. Guangzhou, kota terbesar ketiga di China, berencana mempercepat elektrifikasi bus dan menargetkan mampu menjangkau 200.000 unit baru pada 2018 menurut laporan tersebut.

Pemerintah China juga mengumumkan mulai mengembangkan peraturan nasional bagi menguji kendaraan swakemudi di jalan umum di kota-kota di Negeri Tirai Bambu itu.

Sementara itu, Pemerintah Hong Kong ikut mendorong pengembang bagi meningkatkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Itu mencakup solusi yg terintegrasi dengan sistem pembayaran cerdas, Octopus, yg digunakan bagi mengakses jaringan angkutan umum, menurut laporan WEF.

Di ibu kota Inggris, kantor transportasi London mengharuskan segala taksi meter hitam memakai mesin listrik yg bebas emisi dan kendaraan diesel tak mulai diizinkan beroperasi di London pada 2032.

Di pantai barat AS, Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menetapkan buat mengalihkan 260 armada patroli ke kendaraan listrik. Dengan cara menyewa daripada membeli kendaraan, LAPD mampu berinvestasi dalam stasiun pengisian daya, termasuk stasiun pengisian cepat di pusat kota.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin