Nissan Siap Pamer Ambulans Generasi Kelima

Tokyo – Nissan mulai memperlihatkan dua model khusus pada pameran otomotif Tokyo Motor Show 2017, merupakan ambulans generasi kelima dan mobil berpendingin bagi kebutuhan pengiriman makanan di perkotaan.

Nissan Ambulans dilengkapi baterai tambahan buat kebutuhan peralatan medis guna menyelamatkan pasien ketika darurat di daerah terpencil. Penggunaan baterai itu juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi CO2, serta mereduksi kebisingan eksternal dan internal.

Ambulans generasi kelima Nissan itu dibangun berdasarkan kesuksesan versi sebelumnya dan dijual secara eksklusif di Jepang. Mobil paramedis itu berbasis pada model Nissan Caravan NV350 yg menawarkan kenyamanan pasien serta ruang kerja optimal untuk petugas medis.

“Ambulans generasi kelima kita mulai menawarkan fitur yg disempurnakan yg mulai membuat perbedaan nyata buat kehidupan masyarakat,” kata Ashwani Gupta, wakil presiden senior unit bisnis kendaraan niaga ringan Renault-Nissan, dalam keterangannnya.

“Konsep Paramedis baru berisi peralatan hemat energi buat merespons kondisi darurat, yg seringkali terjadi di daerah terpencil,” imbuhnya.

Nissan berencana memulai penjualan ambulans di Jepang pada tahun fiskal 2018 dan model terbaru itu diharapkan mampu melipatgandakan penjualan tahunan ambulans dibandingkan model sebelumnya.

Selain itu, Nissan berupaya memenuhi tantangan bisnis distribusi barang dengan memperkenalkan konsep mobil listrik berpendingin Nissan e-NV200.

Mobil tersebut diklaim memiliki desain dinamis yg gampang diparkir pada jalanan sempit dibandingkan model truk berpendingin dengan ukuran sedang hingga besar.

Nissan e-NV200 dilengkapi baterai tambahan di ruang kargo guna mengoperasikan unit pendingin.

“Sementara itu, konsep mobil berpendingin e-NV200 mulai menciptakan nilai yg sangat besar untuk pengguna komersial, menghasilkan lebih banyak keuntungan, sekaligus mengurangi biaya kepemilikan. Dengan nol emisi, sangat cocok bagi lingkungan perkotaan yg ramai karena kendaraan yg lebih besar tidak jarang dilarang (parkir),” kata Gupta.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin