Revolusi Mesin Bensin Nissan Melalui Infiniti QX50

Tokyo – Meski yaitu salah satu penggerak pasar kendaraan bertenaga listrik, Nissan mulai memanfaatkan pameran otomotif LA Auto Show 2017 buat mengirimkan pesan bahwa penggunaan mesin berbahan bakar bensin belum mati dengan memperkenalkan Infiniti QX50 terbaru.

Kepala proyek mesin bensin Nissan, Shinichi Kiga, menyampaikan kepada Reuters bahwa Nissan bertekad buat selalu memperbaiki teknologi pembakaran guna memperpanjang kegunaan mesin bensin dalam beberapa dekade ke depan.

Infiniti QX50 terbaru yg mulai diresmikan di LA Auto Show 2017 di Los Angeles, AS, pada 28 November mendatang mulai menyoroti salah satu teknologi yg mulai digunakan oleh Nissan.

SUV ini nantinya yaitu kendaraan Nissan pertama yg memakai sistem rasio kompresi variabel. Mesinnya diklaim memiliki efisiensi thermal maksimal sekitar 40 persen, atau dua kali dari mesin bensin ketika ini yg rata-rata memiliki 20 sampai 30 persen. Efisiensi thermal itu mengacu pada kekuatan mesin yg dihasilkan dari sebuah unit bahan bakar.

Nissan seolah ingin menggambarkan tantangan untuk para pembuat kebijakan yg memprediksi akhir dominasi mesin bensin dalam beberapa dekade ke depan.

Meski biaya baterai kendaraan listrik menurun, namun efisiensi mesin dengan pembakaran internal dapat saja selalu dikembangkan.

“Memajukan teknologi mesin pembakaran internal adalah salah satu tren yg paling diabaikan di industri ini,” kata James Chao, kepala konsultan Asia Pasifik, IHS Market Automotive.

“Kemajuan ini menimbulkan pertanyaan, apakah mobil listrik yaitu solusi terbaik buat isu emisi gas rumah kaca kendaraan,” imbuhnya.

Mesin baru yg dinamai VC-Turbo buat tujuan pemasaran itu memakai perangkat elektronik dan perangkat lunak guna memilih rasio kompresi optimal pada pembakaran yg sampai sekarang menjadi faktor kunci pada kekuatan dan efisiensi mesin berbahan bakar bensin.

Berkapasitas 2-liter empat silinder, mesin VC-Turbo memiliki rata-rata 30 sampai 35 persen penghematan bahan bakar ketimbang mesin V6 3,5-liter dengan kekuatan dan torsi yg sebanding.

Kiga menyampaikan bahwa tujuan akhir dari proyek ini adalah mengembangkan mesin bagi Infiniti dan Nissan dengan efisiensi thermal mencapai 50 persen.

Mesin dengan BBM diperkirakan masih digunakan dalam waktu 10 sampai 15 tahun ke depan, namun sejumlah pejabat industri atau konsultan meramalkan sistem itu mulai berakhir pada 2030.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin