Skandal Dieselgate Dinilai Untungkan Toyota

Jenewa – Skandal ‘dieselgate’ yg melanda industri otomotif Eropa pada beberapa tahun dulu membuat konsumen akan beralih ke kendaraan hybrid.

Hal itu dinilai menjadi keuntungan tersendiri untuk Toyota sebagai pabrikan otomotif terbesar ketiga di dunia yg sudah memasarkan kendaraan bermesin hybrid sejak dua dekade lalu.

“Jika ada satu produsen yg sudah memanfaatkan ‘dieselgate’, itu adalah Toyota,” kata Ferdinand Dudenhoeffer, Direktur Pusat Penelitian Otomotif Jerman, seperti dilansir AFP.

Para pakar mencatat pabrikan besar Eropa menghabiskan waktu bertahun-tahun bagi menciptakan mesin diesel yg ramah lingkungan. Sedangkan Toyota telah menjadi pemimpin industri hybrid, yg didukung kombinasi mesin bensin dan generator listrik.

Produsen lain, terutama Suzuki dan KIA, juga berkomitmen jangka panjang bagi kendaraan hybrid, kendati Toyota adalah yg pertama dan terfokus buat mengembangkan serta memposisikan teknologi sebagai energi alternatif yg baik bagi diesel, kata Analis industri otomotif Jato Dynamics Felipe Munoz.

Di ajang Geneva Motor Show 2018 yg berlangsung minggu ini, Toyota menyampaikan mulai berhenti menjual mobil diesel di Eropa akan tahun ini.

“Kami tak mulai mengembangkan teknologi diesel baru buat mobil penumpang, kalian mulai selalu fokus pada kendaraan hybrid,” kata Johan van Zyl, President Toyota Motor Europe, di Jenewa, Swiss, tempat pameran mobil besar pertama di Eropa dibuka minggu ini.

Dudenhoeffer percaya Toyota diuntungkan atas keberhasilan masa lalu, bukan karena menjadi pemimpin dalam inovasi.

Pabrikan Eropa, Renault dan Volkswagen, telah memakai teknologi baru, namun Toyota belum, menurut AFP.

Pada jangka panjang, para pakar meyakini pasar kendaraan hybrid akan selalu melemah setelah mobil listrik sepenuhnya semakin populer pada dekade berikutnya. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin