Subaru Recall Ratusan Ribu Mobil Di Jepang Dan AS

Tokyo – Subaru Corp berencana bagi menarik kembali buat perbaikan atau recall terhadap ratusan ribu unit kendaraan dari beberapa model di Jepang dan AS terkait adanya kerusakan pada bagian mesin.

Produsen mobil yg berbasis di Tokyo itu menemukan adanya persoalan pada pegas katup yg mampu merusak dan menghambat kerja mesin.

Asahi Shimbun melaporkan, Subaru kemungkinan besar mulai langsung mengumumkan perihal recall tersebut ke kementerian transportasi Jepang.

Adapun model yg terdampak recall termasuk mobil sport BRZ serta ‘kembarannya’ Toyota 86. Kedua mobil tersebut dikembangkan oleh Subaru bersama Toyota dan dilengkapi dengan mesin yg sama.

Sejak musim gugur 2017, Subaru sudah dihantam oleh sejumlah skandal, termasuk pekerja yg tak berkualifikasi melakukan inspeksi kendaraan dan memalsukan data buat tingkat pembuangan, efisiensi bahan bakar, dan uji rem.

Pada 23 Oktober lalu, Subaru secara drastis memangkas perkiraan labanya buat enam bulan pertama tahun bisnis yg dimulai pada April.

Produsen mobil Jepang itu menyampaikan laba operasi bagi periode setengah tahun mulai turun menjadi 61 miliar yen atau sekitar Rp8,2 triliun, atau 49 miliar yen atau Rp6,6 triliun kurang dari perkiraan yg ditetapkan pada Mei lalu.

Subaru menyampaikan bahwa revisi tajam ke bawah dibuat terutama karena biaya yg dialokasikan bagi kualitas kendaraan. Subaru menambahkan bahwa biaya-biaya itu tak terkait dengan serangkaian skandal baru-baru ini.

Perusahaan itu menyampaikan mulai mengungkapkan rincian persoalan terkait kualitas baru pada 5 November 2018, saat dijadwalkan bagi merilis laporan keuangan bagi periode setengah tahun.

Dalam skandal yg melibatkan pemeriksa yg tak berkualifikasi, Subaru menarik sekitar 420.000 kendaraan dan kemudian mengalokasikan 25 miliar yen atau sekitar Rp3,4 triliun sebagai biaya terkait bagi tahun bisnis yg berakhir pada Maret 2018.

Biaya bagi penarikan terencana terkait persoalan bagian mesin ini mampu melebihi 25 miliar yen, demikian Asahi Shimbun melaporkan.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin