TMMIN Kembali Raih Penghargaan Primaniyarta Award

Tangerang – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) buat kedelapan kalinya memenangkan penghargaan Primaniyarta Award 2017 di kategori Eksportir Berkinerja dari Kementerian Perdagangan.

Penghargaan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada Wakil Presiden Direktur TMMIN Edward Otto Kanter dalam pembukaan Trade Expo 2017 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (10/10/2017).

“Penghargaan bergengsi yg sudah kita terima hingga kedelapan kali ini, kita anggap sebagai sebuah motivasi buat selalu konsisten mencatatkan kinerja ekspor yg positif demi perkembangan industri otomotif di Indonesia,” kata Edward melalui informasi tertulis.

TMMIN masuk dalam kategori eksportir berkinerja dengan penilaian melakukan kegiatan ekspor dengan nilai dan volume ekspor terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kinerja ekspor ini tak terlepas dari besarnya dukungan pemerintah yg ketika ini sangat gencar membangun infrastruktur pendukung sehingga memudahkan aktivitas kalian bagi memberikan sumbangsih nyata untuk industri nasional,” ujar Edward.

TMMIN juga dianggap memiliki tren ekspor yg positif dan mempunyai nilai ekspor yg lebih besar daripada nilai impornya.

Penghargaan Primaniyarta sudah diperoleh TMMIN sejak 2008, 2010, 2011, dan berturut-turut diterima lima kali sejak tahun 2013 hingga tahun 2017. TMMIN yaitu satu-satunya produsen kendaraan yg meraih penghargaan Primaniyarta tahun ini.

TMMIN akan melakukan ekspor sejak 30 tahun lalu. Pengapalan perdana dilaksanakan pada tahun 1987 dengan mengirimkan Toyota Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) ke Brunei Darusalam.

Momentum ekspor terbaik diperoleh TMMIN saat dipercaya menjadi salah satu basis produksi untuk pengembangan kendaraan IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) model Kijang Innova pada 2004, dan segera melakukan ekspor di tahun yg sama. Dilanjutkan dengan dimulainya ekspor sedan Vios pada 2014.

Berawal sebagai importir di tahun 1970-an, kini TMMIN perlahan menjadi basis produksi dan ekspor sejak tahun 2004 serta bercita-cita bagi menjadi rantai pasok (supply chain) untuk Toyota Global.

Penambahan produk dan kehadiran pabrik mesin baru di Karawang yaitu realisasi komitmen Toyota buat selalu berkembang bersama masyarakat Indonesia sekaligus berperan aktif dalam pengembangan industri otomotif nasional.

Saat ini kontribusi kendaraan utuh bermerk Toyota buat total ekspor otomotif nasional Indonesia sebesar 87 persen terdiri dari ekspor sembilan model merupakan Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Town/Lite Ace, Agya, dan Sienta.

TMMIN juga mengekspor kendaraan terurai (CKD/Completely Knock Down), mesin bensin dan ethanol tipe TR-K dan R-NR, komponen kendaraan serta alat bantu produksi berupa jigs (alat bantu dalam proses pengelasan), dan dies (alat bantu dalam proses pengepresan) yg sekaligus menunjukan tingkat kedalaman industri TMMIN.

Sepanjang 2017 hingga bulan September, TMMIN sudah membukukan ekspor CBU sekitar 150.400 unit, atau naik 22 persen dari catatan tahun lalu, didukung oleh volume SUV Fortuner sebesar 52.500 unit, MPV Avanza sebesar 36.100 unit, serta sedan Vios sebesar 20.700 unit.

Sedangkan buat CKD sebanyak 35.600 unit, mesin bensin lebih dari 99.850 unit, mesin ethanol sebanyak lebih dari 7.350 unit, dan komponen kendaraan sekitar 76.6 juta buah.

Tahun ini, bagi memantapkan posisi TMMIN sebagai salah satu manufaktur andalan di sektor otomotif Indonesia, Toyota menargetkan peningkatan ekspor kendaraan utuh meningkat sebesar 10 persen dibandingkan angka ekspor pada tahun 2016 lalu.

Produk-produk ekspor kendaraan Toyota ini nantinya dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.

Semenjak 2016, TMMIN tidak mengurangi dua produk ekspor baru, merupakan Sienta dan Engine R-NR. Jumlah ekspor unit engine R-NR yg dikerjakan Toyota Indonesia sepanjang tahun 2017 cukup signifikan dengan mencatatkan 74.600 unit.

Toyota Sienta, yg awal perdana diproduksi telah mencapai tingkat komponen lokal 80 persen, di awal Agustus ini telah diekspor dengan dapur pacu berstandar Euro6.

Primaniyarta Award

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan akan tahun 1992 melaksanakan kegiatan penyelenggaraan penghargaan Primaniyarta sebagai salah satu pendorong dan motivator buat para eksportir serta pelaku usaha lainnya buat selalu meningkatkan prestasinya dalam bidang ekspor.

Penghargaan Primaniyarta yaitu penghargaan tertinggi yg diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yg dinilai paling berprestasi di bidang ekspor. Selain itu, penghargaan ini mampu menjadi panutan buat para eksportir lain.

Penganugerahaan penghargaan ini dijadikan sebagai salah satu pendorong dan pemicu untuk para eksportir Indonesia bagi meningkatkan prestasi dalam bidang ekspor.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin