Toyota Kembali Recall 1,7 Juta Unit Mobil Di Dunia

Detroit – Toyota Motor Corp kembali mengumumkan penarikan bagi perbaikan alias recall terhadap 1,7 juta unit mobil produksi mereka di segala dunia terkait adanya potensi persoalan pada inflator airbag buatan Takata.

Langkah ini yaitu bagian dari kampanye penarikan industri multi-tahun yg diumumkan pada 2016.

Produsen mobil menambahkan sekitar 10 juta inflator airbag kendaraan di AS ke dalam kampanye penarikan terbesar yg pernah ada dalam sejarah.

Pekan lalu, Ford Motor Co menyampaikan sudah menarik 953 ribu unit kendaraan di segala dunia karena inflator airbag Takata. Sebelumnya, 37 juta kendaraan di AS dengan 50 juta inflator airbag Takata juga ditarik kembali dan 16,7 juta inflator masih harus diganti.

Setidaknya 23 kematian di semua dunia sudah dikaitkan dengan pecahnya inflator airbag Takata yg rusak, 15 di antaranya terjadi di AS.

Program recall terbaru Toyota ini terkait kendaraan dengan model antara tahun 2010 hingga 2015, termasuk 1,3 juta kendaraan di AS.

Lebih dari 290 orang cedera di segala dunia sudah dikaitkan dengan permasalahan inflator airbag Takata yg dapat meledak, menyemburkan pecahan logam di dalam mobil dan truk.

Secara total, 19 produsen mobil menarik lebih dari 100 juta inflator airbag yang berpotensi rusak di segala dunia.

Hingga ketika ini, 21 kematian sudah dilaporkan di kendaraan Honda Motor Co dan dua di kendaraan Ford. Kedua perusahaan otomotif itu sudah mendesak pengemudi dengan usia kendaraan yg lebih tua buat tak mengemudikannya sampai inflator airbag-nya diganti.

Kerusakan massal itu membuat Takata mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Juni 2017. Pada April tahun lalu, pembuat komponen otomatis Key Safety Systems menyelesaikan kesepakatan US$1,6 miliar bagi mengakuisisi Takata.

Perusahaan yg bergabung, yg dikenal sebagai Joyson Safety Systems, adalah anak perusahaan dari Ningbo Joyson Electronic Corp.

Produsen mobil di AS sudah memperbaiki lebih dari 7,2 juta inflator airbag Takata yg rusak pada tahun 2018, saat perusahaan meningkatkan upaya bagi melacak bagian yg membutuhkan penggantian, menurut sebuah laporan yg dirilis Desember lalu.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin