Uber Kembangkan Taksi Terbang Di Prancis

Paris – Rencana Uber bagi menciptakan taksi terbang semakin dekat. Perusahaan transportasi ini berencana membuka laboratorium buat mengembangkan taksi di udara.

Seperti dilansir dari BBC, Uber mulai menanamkan inventasi sebesar 20 miliar euro atau sekitar Rp326 triliun selama lima tahun bagi membuat algoritma artificial intelligence (AI) dan sistem kontrol dulu lintas udara, serta teknologi pendukung lainnya.

Rencananya, Uber juga mulai bekerja sama dengan perguruan tinggi teknik ternama Ecole Polytechnique di Prancis.

Pengumuman dari Uber ini yaitu kabar mengejutkan untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron yg memang ingin menjadikan negaranya sebagai pusat teknologi global.

“Dengan insinyur kelas dunia dan pencetus penting dalam penerbangan global, Prancis adalah tempat yg tepat buat memajukan program Uber Elevate kalian dan inisiatif teknologi baru,” Dara Khosrowshahi, CEO Uber, dalam sebuah pernyataan.

“Kami senang mampu bermitra dengan Ecole Polytechnique bagi membangun masa depan mobilitas perkotaan, di darat dan di udara,” tambahnya.

Uber Elevate yaitu proyek ambisius. Perusahaan jasa transportasi ini berharap mampu launching taksi udara pada tahun 2023.

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan NASA dan militer AS serta dua produsen pesawat Embraer dan Pipistrel Aircraft. Sebelumnya, Uber memiliki hubungan yg sedikit kurang baik dengan pihak berwenang Prancis, setelah pemerintah negara itu menutup layanan UberPop pada 2015 silam.

Uber kemudian menutup sementara layanannya di Paris pada tahun 2016 sebagai protes terhadap peraturan baru yg keras tersebut.

Presiden Macron bertemu dengan pihak Uber di Istana Elysee di Paris minggu ini, buat membahas bagaimana mereka mengatasi persoalan isu-isu seperti perlindungan data dan berita palsu.

Sebelum rencana meeting tersebut, sejumlah perusahaan teknologi berencana menanamkan inventasi di Prancis. Di antaranya, Facebook yg mendanai 48 beasiswa dalam program pengembangan AI di empat universitas di Prancis.

Selain itu, IBM juga menciptakan 1.800 pekerjaan selama dua tahun ke depan di Prancis bagi bekerja pada pengembangan teknologi AI, blockchain, dan internet.

Satu lagi perusahaan jasa layanan pengiriman makanan Deliveroo, juga mulai menginvestasikan 100 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun di Prancis selama dua hingga tiga tahun ke depan.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin