Apple Pangkas Produksi Trio IPhone Baru Di Q1 2019

San Francisco – Apple sudah mengurangi produksi yg direncanakan bagi trio iPhone baru sekitar 10 persen pada Q1 2019, demikian laporan Nikkei Asian Review seperti dikutip Reuters.

Laporan tersebut mengekspos pelemahan permintaan iPhone di China, pasar smartphone terbesar di dunia, di mana ekonomi yg melambat juga dihantam oleh perang dagang dengan AS.

Tak sedikit pula analis dan konsumen yg menyampaikan bahwa harga iPhone baru terlalu mahal.

Apple meminta pemasoknya akhir bulan dulu bagi memproduksi unit iPhone XS, XS Max, dan XR dikurangi dari yg direncanakan, demikian menurut laporan Nikkei, mengutip sumber yg mengetahui permintaan tersebut.

Permintaan itu dibuat sebelum Apple mengumumkan kisaran pemangkasan produksi, kata Nikkei. Prospek penjualan yg lebih suram, yg dikaitkan dengan permintaan China yg lemah, memicu aksi jual luas di pasar saham global.

Firma riset pasar Canalys memperkirakan pengiriman turun 12 persen di China tahun dulu dan memperkirakan pengiriman smartphone pada 2019 turun 3 persen lagi, menjadi di bawah 400 juta bagi pertama kalinya sejak 2014.

Volume produksi yg direncanakan secara keseluruhan bagi iPhone lama dan baru kemungkinan mulai dipotong hingga kisaran 40 juta hingga 43 juta unit bagi Q1 2019, dari proyeksi sebelumnya 47 juta menjadi 48 juta unit, Nikkei melaporkan, mengutip satu sumber yg dikenalnya.

Apple tak langsung menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Laporan ini muncul setelah pemasok chip Samsung Electronics Co Ltd dan Skyworks Solutions Inc mengindikasi lemahnya permintaan chip untuk smartphone pada Q1 2019.

Pemasok iPhone Apple termasuk perakit Taiwan Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn) dan Pegatron Corp. Pegatron menolak buat mengomentari laporan tersebut saat dihubungi oleh Reuters, sementara Foxconn tak langsung menjawab permintaan komentar.

Ada reaksi kecil terhadap laporan itu di antara saham pemasok Apple, karena pasar sudah mencerna penurunan produksi setelah perkiraan pembuat iPhone dipotong, kata para analis.

Saham Foxconn, produsen kontrak elektronik terbesar di dunia, naik 1,6 persen sementara Pegatron naik 1,3 persen.

Di antara pemasok komponen iPhone di Asia, LG Display Co Ltd Korea Selatan naik 0,5 persen, sementara Japan Display Inc datar.

Ketika permintaan China goyah, Apple sudah meningkatkan fokus pada India, yg baru-baru ini menyusul AS sebagai pasar smartphone terbesar kedua di dunia.

CEO Apple Tim Cook menegaskan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Selasa dulu (8/1/2019) bahwa India adalah fokus penting buat Apple.

Reuters melaporkan bulan dulu bahwa Apple mulai akan merakit iPhone top-end di India melalui unit lokal Foxconn tahun ini, mengutip seseorang yg mengetahui persoalan tersebut.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin