Foxconn Dan Apple Awasi Jam Kerja Pegawai Magang

Beijing – Foxconn dan Apple angkat bicara soal pabrik perakitan iPhone yg mempekerjakan pelajar SMA buat merakit iPhone X melebih batas waktu yg ditentukan oleh pemerintah setempat.

Seperti yg dikabarkan sebelumnya, sekitar 3.000 pelajar dari Urban Rail Transit School di Zhengzou yg diharuskan magang oleh sekolahnya di fasilitas Foxconn selama 11 jam per hari. Padahal, kegiatan tersebut juga tak sesuai dengan pendidikan yg mereka ambil.

Baca juga: Rakit iPhone X, Foxconn Eksploitasi Pelajar SMA

Setelah mengumumkan mulai melakukan investigasi, kini pihak Apple dan Foxconn mengakui bahwa hal tersebut yaitu pelanggaran dan termasuk dalam kegiatan ilegal. Namun, kedua pihak tak menyebutkan siapa yg bersalah dari pihak Foxconn atau sekolah tersebut.

Saat dihubungi BBC News, Apple menyebutkan bahwa mereka menjamin tak ada lagi pegawai magang yg mulai bekerja melebih batas waktu yg ditentukan.

Demikian halnya dengan Foxconn sebagai penyedia fasilitas perakitan iPhone juga menjelaskan hal yg sama. Menurut mereka, pekerja magang tak mulai mendominasi tenaga kerja di fasilitas tersebut. Pekerja magang disebut cuma jumlah kecil dari tenaga kerja di pasilitas perakitan iPhone.

Apple pun berjanji mulai lebih memperhatikan keadaan pekerja di setiap manufaktur penyedia suplai komponen iPhone. Mereka sadar bahwa proses manufaktur adalah proses yg tak boleh terputus tetapi para pekerja juga harus mendapatkan perlindungan atas haknya.

Bukan kali ini saja

Pelanggaran ketenagakerjaan bukan kali ini saja dikerjakan oleh Foxconn. Lima tahun lalu, tiga pabrik Foxconn di China ditemukan melanggar sejumlah peraturan kesehatan dan keselamatan kerja.

Pelanggaran yg dikerjakan Foxconn meliputi penetapan jam kerja berlebih pada karyawan selama sebelas hari berturut turut, hingga ketergantungan pada siswa magang seperti yg terjadi ketika ini.

Dalam laporan tahun 2012, tercatat sebanyak 178.000 pekerja Foxconn yg berada di pabrik kota Guanlan berstatus sebagai pelajar. Mereka rata rata berusia 16 hingga 17 tahun. Tiap tahunnya, lonjakan pekerja yg berstatus siswa magang ini terjadi pada musim panas.

Sedangkan menurut pengakuan seorang karyawan yg lama bekerja buat Foxconn di pabrik Zhengzhou, pabrikan sekaligus pemasok produk Apple di Asia itu memang tidak jarang mempekerjakan siswa ketika musim sibuk, yakni sekitar bulan Agustus hingga Desember.

Dari sumber yg enggan disebut namanya itu, angka perekrutan mampu mencapai 100.000 hingga 300.000 pekerja. Mereka yg rata rata berstatus siswa magang itu diwajibkan memproduksi 20.000 perangkat iPhone per harinya.

Kasus semacam ini juga bukan kali pertama untuk Apple. Beberapa waktu dahulu salah satu penyuplai material logam kobalt bagi Apple di Afrika mempekerjakan anak-anak di bawah usia.

Beberapa pekerja Foxconn di tahun 2010 juga dikabarkan tewas karena bunuh diri yg diduga kuat akibat tekanan kerja dan jam kerja yg melebihi waktu kerja.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin