Genap 2 Tahun, Pokemon GO Raup Rp25,7 Triliun

San Francisco – Dua tahun berlalu, popularitas Pokemon GO kini memang tidak setinggi ketika pertama kali diluncurkan. Namun, game mobile besutan Niantic yg rilis pada Juli 2016 ini terbukti tetap bisa meraup sejumlah besar uang.

Pada tahun pertamanya, Pokemon GO menorehkan pendapatan yg fantastis, yakni sebesar US$1,2 miliar. Catatan positif ini pun berlanjut di tahun keduanya, ketika pendapatan Pokemon GO bertambah menjadi US$1,8 miliar atau setara Rp25,7 triliun.

Jumlah tersebut yaitu kumulatif pendapatan Pokemon GO sejak debutnya. Angka pendapatan itu, menurut riset dari Sensor Tower, berasal dari pengguna Android yg menyumbang hingga 58 persen. Sedangkan 42 persen sisanya tentu saja berasal dari perangkat iOS.

Baca juga: Pokemon GO Rayakan Ultah Kedua

“AS dan Jepang menjadi tempat di mana para pemain banyak menghabiskan uang bagi permainan ini. Selain itu, ada pula negara yang lain seperti Jerman, Inggris Raya, dan Taiwan yg masuk jajaran lima besar,” tulis peneliti Sensor Tower, seperti dilansir The Next Web.

Jika melihat dari data, AS memang menjadi penyumbang terbesar pendapatan ini dengan angka mencapai US$607 juta. Sedangkan di negara asalnya, Jepang, Pokemon GO menghasilkan uang sebesar US$500 juta.

Torehan ini membuat Pokemon GO masih bertahan di jajaran 10 besar game paling menghasilkan. Pada Juni lalu, game ini berada pada peringkat 9 dengan angka penghasilan mencapai US$70 juta di segala dunia.

Hal ini menandakan bahwa meskipun popularitasnya menurun, masih banyak pemain Pokemon GO yg loyal dan bahkan tidak segan-segan menggelontorkan banyak uang demi mengoleksi Pokemon idamannya.

Sejauh ini, Niantic memang selalu menerus melakukan pembaruan pada Pokemon GO, baik itu melalui fitur maupun karakter Pokemon yg semakin kaya. Ini dikerjakan agar pemain tidak merasa bosan dan selalu tertantang buat mengumpulkan beragam macam Pokemon.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin