Google Siap Akuisisi Lytro Senilai US$40 Juta

San Francisco – Google kabarnya tengah dalam proses mengakuisisi Lytro, startup yg fokus pada pengolahan gambar. Lytro yaitu produsen kamera light-field yg juga salah satu penggagas teknologi fotografi light-field.

Sebuah sumber internal menyebut, Google bersiap menggelontorkan dana US$40 juta atau sekitar Rp551,4 miliar demi mengakuisisi Lytro. Proses akuisisi ini memang belum selesai, namun sejumlah keterangan terkait akan beredar di internet.

Mengutip TechCruch, keterangan tersebut mengungkap bahwa tak segala pegawai Lytro mulai bergabung ke Google, dan Google mulai menerima 59 paten teknologi perekaman gambar dan light-field yang lain punya Lytro. Akuisisi ini dirumorkan yaitu langkah yg utama untuk Google.

Kamera dengan teknologi light-field memungkinkan sebuah foto diubah fokusnya setelah penjepretan. Jika kamera reguler cuma menangkap intensitas cahaya, maka kamera light-field mampu menangkap arah sinar cahaya selain intensitasnya.

Satu fitur penting kamera Lytro merupakan kemampuannya buat memungkinkan pengguna mengubah area fokus pada gambar yg direkam. Sementara kamera reguler mengharuskan pengguna mengubah area fokus sebelum merekam gambar.

Sebagai informasi, kamera pertama Lytro diluncurkan pada tahun 2011, dan hadir dengan desain berbentuk kotak tak umum. Desain ini kemudian diubah pada tahun 2014, menjadikan tampilan dan kesan kamera serupa DSLR pada umumnya.

Akuisisi Lytro diperkirakan mulai menolong Google dalam upaya mereka bagi lebih serius di ranah Virtual Reality (VR). Lytro sudah memproduksi kamera VR high-end bernama Immerge, yg memungkinkan pengguna buat merekam video dengan memanfaatkan teknologi VR.

Pada minggu lalu, Google merilis aplikasi desktop VR bertajuk Welcome to Light Fields. Aplikasi ini membutuhkan dukungan perangkat VR, sebagai contoh HTC Vive, dan menampilkan kemampuan dari gambar light-field.

Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna mengeksplorasi berbagai lokasi melalui foto yg dipotret dengan Google Jump VR.

Keunikan yang lain yg disuguhkan aplikasi ini adalah kemampuannya menampilkan pantulan cahaya di berbagai permukaan, yg belum mampu dikerjakan dengan akurasi baik oleh game VR atau aplikasi yang lain yg tersedia di pasaran ketika ini.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin