GoPro Pertimbangkan Jual Perusahaan

San Francisco – GoPro Inc mengumumkan mulai mengurangi lebih dari 20 persen karyawannya dan mempertimbangkan buat menjual perusahaan menyusul penjualan lemah di musim liburan.

Perusahaan teknologi yang berasal AS itu menyampaikan bahwa mereka mulai mengurangi tenaga kerjanya yg berjumlah 1.254 menjadi di bawah 1.000 orang.

GoPro juga berencana keluar dari bisnis drone dan sang CEO, Nicholas Woodman, mulai menerima gaji cuma US$1 tahun ini. Harga saham perusahaan tersebut juga anjlok di tengah laporan mengecewakan.

Seorang sumber menyampaikan kepada AFP, GoPro mempekerjakan JPMorgan Chase sebagai penasihat bagi pilihan strategis, termasuk kemungkinan menjualnya.

Woodman sebelumnya menyampaikan bahwa GoPro diperkirakan mulai tetap independen, namun mulai mempertimbangkan bagi menjualnya.

“Jika ada peluang buat kita bersatu dengan perusahaan induk yg lebih besar guna membuat GoPro lebih besar lagi, itu hal yg mulai kalian pertimangkan,” kata Woodman kepada CNBC, seperti dikutip AFP.

“Tentu saja kami perlu menjalankan bisnis seolah-olah kalian mulai independen, dan kita merencanakan dengan tepat,” imbuhnya.

GoPro memproyeksikan penjualan kuartal keempat 2017 sebesar US$340 juta, jauh di bawah perkiraan para analis yakni sebesar US$474 juta.

Menjelang musim liburan, GoPro menurunkan harga pada beberapa model kamera, yg mengangkat penjualan, namun menurunkan marjin keuntungan.

“Meski mendapat dukungan pemasaran yg signifikan, kita menemukan konsumen enggan membeli HERO5 Black dengan harga yg sama dengan yg diluncurkan pada satu tahun sebelumnya. Perusahaan berkomitmen buat mengubah bisnis sekitar 2018,” ungkap Woodman.

GoPro tak mulai lagi memasarkan drone setelah menjual inventaris yg tersisa, namun mulai selalu memberikan layanan dan dukungan kepada pelanggan drone produksinya, Karma.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin