Kampanye Kamera Baru Nikon Dituding ‘Seksis’

Jakarta – Nikon mengakui kritik yg dilancarkan oleh komunitas fotografer mengenai tak adanya fotografer perempuan dalam kampanye kamera terbaru mereka.

Pekan lalu, produsen kamera yang berasal Jepang itu mengawali kampanye yg menampilkan 32 fotografer profesional, yg semuanya pria, sebagai duta perusahaan tersebut buat mempromosikan kamera terbaru mereka, Nikon D850, di Asia.

Ketika ditanya oleh pengguna media sosial mengapa tak ada perempuan yg dijadikan sebagai duta, Nikon menyampaikan bahwa para fotografer perempuan yg diundang ke meeting sebelum peluncuran kampanye ini tak ada yg dapat hadir.

Meski demikian, sebagian fotografer tetap tidak puas dengan penjelasan Nikon.
32 professional photographers. 1 camera. Keep an eye out for more. https://t.co/rKs8h2jQpW pic.twitter.com/INm6VsxXdu

Mengutip BBC, situs berita fotografi Fstoppers termasuk salah sesuatu yg sejak awal mempertanyakan absennya perempuan dalam iklan merek tersebut dan menanyakan, “Apakah Nikon D850 cuma bagi laki-laki?”.

Artikel itulah yg memunculkan diskusi di media sosial dan banyak fotografer mencuitkan kritik mereka pada Nikon.

Fotografer perang Lynsey Addario, yg adalah seorang duta Nikon, termasuk salah sesuatu fotografer yg mengatakan kekecewaannya.
Guess they forgot to invite me? I’m a #nikonambassador. #itsnotonlyNikon. Is the Nikon D850 for Men Only? #Fstoppers https://t.co/rlahV3R8Ow

Leah Millis, seorang jurnalis foto bagi San Francisco Chronicle, mencuitkan bahwa ‘sedih membayangkan segala perempuan muda/remaja yg tak melihat diri mereka’ di tim Nikon.

Sementara jurnalis foto Kainaz Amaria menyebut insiden ini ‘memalukan’, dan menanyakan ‘apakah tak ada sesuatu fotografer pun dalam foto bersama itu yg menyadari ada satu yg salah’.

Sedangkan fotografer California Laurie Bailey menyebut kampanye tersebut ‘membuat malu’ dan menuduh perusahaan pembuat kamera tersebut melakukan ‘seksisme yg parah’.

Perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan di Twitter buat mengakui kritik yg dialamatkan pada mereka dan buat ‘berterima kasih pada komunitas yg mengangkat isu ini dan menantang kami’.
Thank you for sharing your thoughts with us. We really appreciate the support from our photography community. pic.twitter.com/e78qp4Q08a

Walau begitu, dua orang menilai Nikon gagal bagi menjawab kritik ini dengan layak.

Fotografer potret dan komersil Emilie Iggiotti menantang perusahaan ini bagi mengadakan acara yang lain dengan menampilkan ‘semua perempuan yg telah dikontak dan tak dapat hadir’, sementara fotografer dan videografer Diego Reynoso mencuit bahwa ‘menyedihkan buat mendengar alasan semacam ini’.

Melissa Bender, seorang jurnalis foto lepas, membalas ke Nikon dan menyampaikan bahwa surat mereka ‘gagal melihat bahaya yg ditimbulkan di sini dan tak memperlihatkan keinginan bagi berdialog dengan lebih bermakna’.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin