Komisi Eropa Denda Qualcomm Rp16,1 Triliun

Brussels – Qualcomm dijatuhi denda sebesar 977 juta euro atau sekitar Rp16,1 triliun, setelah Komisi Eropa menemukan bukti bahwa mereka sudah ‘membayar’ Apple agar tak memakai chipset prosesor buatan kompetitor.

The Guardian melaporkan, temuan ini berasal dari investigasi yg dikerjakan Komisi Eropa sejak Juli 2015 dan berusaha bagi mencari tahu tentang dominasi Qualcomm di pasar chipset prosesor dan model smartphone 4G di periode 2011 hingga 2016.

“Qualcomm secara ilegal berusaha menutup bisnis rival mereka di pasar chipset prosesor di jaringan LTE lebih dari lima tahun sehingga berhasil membuat mereka mendominasi pasar tersebut,” ungkap Margrethe Vestager, Penyelidik Kompetisi Bisnis Komisi Eropa.

Vestager tak menyebutkan berapa banyak uang yg ‘dibayarkan’ Qualcomm ke Apple bagi hal tersebut, namun menyampaikan bahwa jumlah uang tersebut berhasil membuat Qualcomm menjadi eksklusif di mata Apple.

Komponen modem dan chipset prosesor Qualcomm digunakan pada segala perangkat iPhone dan iPad. Setidaknya hingga awal 2017 ketika Apple menuntut Qualcomm karena dianggap memasang harga prosesor terlalu mahal.

Masih di tahun yg sama, Qualcomm balik menuntut Apple karena dianggap membocorkan teknologi komponen prosesor Qualcomm di balik iPhone ke rival mereka merupakan Intel.

Bahkan, iPhone X sempat dilarang dijual oleh Qualcomm karena salah satu varian iPhone X ada yg memakai komponen modem Qualcomm dan ada yg memakai modem buatan Intel. Karena itu, kabarnya Apple sempat mendekati MediaTek buat mencari alternatifnya.

The Guardian menyebutkan bahwa jumlah denda yg dijatuhkan kepada Qualcomm setara dengan 4 persen dari pendapatan raksasa chipset prosesor yang berasal AS itu di tahun 2017.

Namun pihak Qualcomm, melalui General Counsel Qualcomm Don Rosenberg, sudah membantah dan mengklaim bahwa mereka tak menyalahi aturan yg dituduhkan.

Setelah kabar ini beredar, kabarnya saham Qualcomm sempat menurun 1,35 persen. Banyak pengamat bisnis menilai bahwa hal ini dapat dimanfaatkan oleh Broadcom bagi kembali mengajukan tawaran akuisisi yg sempat ditolak Qualcomm beberapa bulan lalu.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin