Masa Depan Otomatisasi Dan Kecerdasan Buatan

Jakarta – Teknologi robotika, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (AI) sudah berkembang selama lebih dari 10 tahun terakhir, dan ketika ini teknologi tersebut bukan lagi sekedar kisah fiksi ilmiah semata.

Selama lebih dari satu dekade terakhir, teknologi robotika, otomatisasi dan kecerdasan buatan mengalami kemajuan pesat. Di rumah, di tempat kerja, ketika bersantai maupun di jalan, kami senantiasa terpapar oleh perkembangan teknologi tersebut yg semakin banyak diterapkan dalam segala segi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sebagai contoh, banyak peralatan rumah tangga seperti lemari es, televisi, mesin pencuci piring, microwave dan bahkan alat-alat kesehatan seperti pengukur tekanan darah digital sudah dilengkapi dengan teknologi sensing dan control.

Lalu, di tempat kerja, kami secara rutin –dan tidak jarang tanpa kalian sadari– memakai algoritma komputer bagi mengambil keputusan sehingga kami bisa mengerjakan kegiatan lainnya yg lebih produktif dan bermanfaat.

Di pabrik, karyawan bekerja berdampingan dengan robot pintar dan memakai teknologi otomatisasi modern yg dapat mengerjakan pekerjaan berulang (repetitif) secara presisi.

Sedangkan di jalan, kendaraan otonom (kendaraan tanpa pengemudi) dengan cepat menjadi populer digunakan bagi mengantarkan penumpang maupun barang.

Di balik semakin meningkatnya teknologi robotika, otomatisasi dan kecerdasan buatan, terdapat terobosan besar dalam perkembangan teknologi sensing dan control.

Sebagai pemimpin global dalam bidang ini, Omron Electronics optimistis bahwa saat manusia dan mesin hidup berdampingan dengan harmonis, hal ini mulai menghadirkan inovasi teknologi dan kolaborasi yg maksimal.

“Omron senantiasa berinovasi bagi menolong masyarakat menghadapi berbagai tantangan. Sebagai perusahaan yg optimistis bisa berkontribusi kepada masyarakat, Omron berada di posisi yg tepat buat menyediakan teknologi robotika kelas dunia, menghadirkan keamanan serta teknologi sensing dan control sehingga mampu mewujudkan inovasi yg didorong oleh kebutuhan sosial,” ujar Don Teng, Managing Director PT Omron Electronics.

Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun di industri manufaktur, bisnis Omron meliputi spektrum yg luas, akan dari otomatisasi industri dan komponen elektronik hingga sistem elektronik kendaraan, sistem infrastruktur sosial, kesehatan, dan solusi lingkungan.

Belum lama ini, Omron menampilkan generasi terbaru robot Forpheus yg terkenal pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2018 di Las Vegas, AS

Diciptakan pertama kali pada tahun 2014, Forpheus adalah robot tutor tenis meja pertama di dunia dengan kemampuan machine learning bagi membaca kemampuan bermain tenis meja manusia sebagai lawan main, menyesuaikan ritme permainannya dan memberikan tips agar lawan bisa meningkatkan performa permainannya.

Selain kemampuannya bermain dan ‘mengajarkan’ teknik bermain tenis meja, Forpheus yaitu bukti nyata bagaimana Omron berhasil mewujudkan keselarasan di mana mesin pada akhirnya bisa memaksimalkan kemampuan manusia.

Pada intinya, filosofi Omron bagi mengembangkan kemampuan dan kreativitas manusia terdiri atas tiga tahap, yg dimulai dari masa dahulu hingga masa depan.

Pada tahap pertama, pekerjaan yg tak perlu dikerjakan oleh manusia sudah digantikan oleh mesin. Sejarah Omron mencerminkan hal ini dengan memperkenalkan otomatisasi pabrik, gerbang tiket otomatis dan penemuan lainnya.

Pada tahap kedua, terciptalah ‘kolaborasi’ antara manusia dan mesin, seperti pada alur produksi di mana manusia dan robot bekerja sama, masing-masing melakukan pekerjaan yg paling sesuai bagi meningkatkan produktivitas.

Dan tahap ketiga adalah keselarasan antara manusia dan mesin. Karena mesin menjadi bagian yg lebih integral dari masyarakat, manusia mulai menikmati dukungan mesin dalam berbagai aspek kehidupan yg mulai meningkatkan kemampuan manusia.

Sejalan dengan filosofi tersebut, Omron menerapkan kecerdasan buatan bagi meningkatkan keselamatan berkendara melalui perpaduan teknologi kecerdasan buatan, machine learning dan teknologi pengenalan wajah bagi menjaga keselamatan baik pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Sistem mobilitas ini menghadirkan teknologi pertama kali di dunia yg bisa mendeteksi tanda-tanda awal rasa kantuk melalui pengukuran vestibulo-ocular reflex (VOR) tanpa membutuhkan perangkat khusus.

Teknologi VOR Omron bisa mendeteksi tanda-tanda awal rasa kantuk melalui deteksi gerakan bola mata dengan memakai kamera yg terpasang di mobil.

Dengan mempelajari dan mengetahui gerakan pupil pengendara, sistem VOR Omron mampu mendeteksi gejala rasa kantuk satu hingga dua menit sebelum pengemudi bahkan menyadari bahwa ia merasa mengantuk, sehingga hal ini meningkatkan keselamatan berkendara.

Omron juga yaitu pemain penting dalam teknologi otomatisasi pabrik pintar yg memungkinkan pabrik beroperasi lebih gampang dan lebih aman. Otomatisasi pabrik dirancang buat meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas pabrik sekaligus meningkatkan keselamatan kerja.

Pada tahun 2016, Omron memperkenalkan rangkaian produk mobile robot industri bagi pertama kali yg berbasis teknologi otonom yg mulai meningkatkan efisiensi dan lebih hemat biaya dalam transportasi barang dan fasilitas yg besar.

Mobile robot ini dirancang buat sarana transportasi barang yg cepat dan andal selama 24 jam dan memiliki kemampuan navigasi mandiri bahkan di lingkungan yg sangat dinamis sekalipun.

Tidak diragukan bahwa teknologi termasuk robotika, otomatisasi dan kecerdasan buatan adalah hal yg wajar karena kami semakin mengintegrasikan teknologi ini dalam kehidupan kita.

Tak lama lagi, inovasi teknologi ini mulai menghadirkan produktivitas lebih tinggi untuk bisnis, industri dan masyarakat. [ikh]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin