Pengguna Drone Di Inggris Wajib Miliki Lisensi

London – Maraknya penggunaan drone akhir-akhir ini, membuat Pemerintah Inggris siap menerapkan kebijakan baru.

BBC melaporkan, Pemerintah Inggris telah menyiapkan aturan bahwa setiap orang yg menerbangkan drone harus mengikuti ujian bagi mendapatkan lisensi.

Kebijakan yg mulai berlaku akan 2018 ini juga mengatur bahwa drone dengan bobot 250 gram dilarang beroperasi di dekat area bandara dan tak boleh terbang melebihi ketinggian 400 kaki atau 121 meter.

Asosiasi Pilot Inggris (BALPA) menyebut kecelakaan antara drone dengan pesawat terbang jumlahnya semakin meningkat, meski belum benar-benar mengakibatkan kecelakaan yg parah.

Di 2015, ada 29 kecelakaan yg melibatkan drone dan pesawat terbang. Sedangkan di 2016 jumlahnya meningkat menjadi 71 kecelakaan. Adapun di tahun ini saja telah terjadi 81 kecelakaan yg melibatkan drone dan pesawat terbang.

Tercatat pada Juli lalu, sebuah drone terbang mendekati pesawat yg mulai mendarat di London Gatwick Airport dan membahayakan 130 jiwa penumpangnya.

Penerbang sekaligus pelatih pilot drone di HexCam, Elliott Corke, menuturkan regulasi tersebut telah tepat. Drone dengan bobot lebih dari 250 gram bukan tergolong drone murah, dan dia khawatir penggunaannya dapat bagi tindakan kriminal.

Di beberapa negara, termasuk Inggris, penggunaan drone disalahgunakan bagi mengirim narkotika. Buruknya lagi, hal itu dikerjakan buat mengirimkan ke jendela penjara. Beberapa penjara di Inggris berhasil merekam peristiwa tersebut.

Banyak pihak di Inggris menyetujui regulasi yg memperketat penggunaan drone. Hal ini dapat menolong kepolisian bertindak dan mengambil keputusan saat drone mulai membahayakan atau digunakan dengan tujuan kriminal.

Para pelaku industri drone pun merasa tak keberatan dengan kebijakan tersebut. Head of European Public Policy DJI Christian Struwe beranggapan bahwa hal ini juga mampu memperkuat ekosistem industri drone yang baru beberapa tahun belakangan ini populer.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin