Pentagon Larang Pegawai Gunakan Smartwatch

Washington DC – Wakil Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan meminta para pegawai Departemen Pertahanan AS atau Pentagon bagi melepas dan mematikan kemampuan geolokasi Garmin, Fitbit, dan Apple Watch.

Selama bertahun-tahun, telepon seluler alias ponsel dilarang digunakan di banyak kantor di Pentagon. Alasannya sederhana, apa pun yg mampu mengirim dan memiilki mikrofon mampu digunakan bagi merekam dan mengirim informasi. Jika perangkat itu memiliki kamera, maka foto atau video juga mampu diambil.

Kini, tak cuma ponsel, smartwatch pun menjadi ancaman. Apple Watch, Garmin, Fitbit dan jam tangan pintar dengan sensor jarak jauh bisa melacak lokasi dan membagikannya dengan basis data jarak jauh.

“Kemampuan geolokasi ini bisa mengekspos keterangan pribadi, lokasi, rutinitas, dan jumlah personil Departemen Pertahanan, dan berpotensi menciptakan konsekuensi keamanan yg tak diinginkan dan meningkatkan risiko terhadap pasukan gabungan dan misi,” kata Shanahan, dalam memo yg dirilis kantor pers Pentagon, seperti dilansir laman Breaking Defense.

Hal ini tercetus saat muncul laporan pada awal tahun ini dari perusahaan pelacak kebugaran, Strava, yg memublikasikan peta yg memperlihatkan lokasi keberadaan pengguna yg sedang jogging, bersepeda dan berolahraga.

Karena penggunanya kebanyakan adalah anggota militer, rute jogging dan latihan lainnya memamerkan dengan tepat keberadaan anggota militer AS di segala dunia, serta memamerkan rute lari mereka.

“Pasar perangkat, aplikasi, dan layanan yg berkembang pesat dengan kemampuan geolokasi –misalnya, pelacak kebugaran, smartphone, tablet, smartwatch, dan aplikasi perangkat lunak terkait– menghadirkan risiko signifikan untuk personel Departemen Pertahanan (DoD) baik ketika bertugas maupun tidak, dan buat operasi militer kalian secara global,” tulis memo tersebut.

Strava sepertinya tak bermaksud membahayakan, namun hal ini tampaknya membuat anggota militer dan pejabat senior Pentagon tak nyaman.

Memo ini juga berarti permintaan peninjauan kebijakan Pentagon tentang perangkat tersebut.

Terdapat catatan bagi Chief Information Officer (CIO) dan Wakil Menteri Pertahanan bagi Intelijen (USDI) buat ‘bersama-sama mengembangkan’ panduan dan pelatihan buat komandan dan yg lainnya terkait perangkat tersebut, demikian laporan Breaking Defense. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin