Qualcomm Kembali Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom

San Diego – Usai ditolak pada November tahun lalu, Broadcom kembali mengajukan tawaran baru buat mengakuisisi Qualcomm dengan nilai mahar yg lebih tinggi, yakni US$121 miliar atau sekitar dengan Rp1.650 triliun.

Namun, pihak Qualcomm lagi-lagi menolak pinangan tersebut. Tak butuh lama untuk jajaran direksi Qualcomm bagi menimbang tawaran Broadcom dan langsung mengutarakan penolakan mereka.

“Dewan direksi sepakat menetapkan bahwa tawaran Anda yg direvisi masih berada di bawah nilai Qualcomm dan tidak memenuhi komitemen regulasi yg diperlukan, mengingat resiko signifikan dari transaksi yg gagal,” tulis Chairman Qualcomm Paul Jacobs dalam surat yg ditujukan ke CEO Broadcom Hock Tan.

Mengutip CNBC, tawaran akuisisi US$121 miliar dari Broadcom mencakup pembelian saham publik Qualcomm (outstanding shares) seharga US$82 per lembar, yg terdiri dari US$60 uang kas dan US$22 dalam bentuk saham Broadcom.

Dalam upaya akuisisi yg dilancarkan sebelumnya pada November tahun lalu, Broadcom menawar saham Qualcomm seharga US$70 per lembar. Nilai total tawaran akuisisi Broadcom saat itu sebesar US$103 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun.

Setelah dinaikkan pun, Jacobs masih menilai tawaran akuisisi Broadcom terlalu ‘inferior’ dibandingkan prospek Qualcomm apabila tetap berjalan sebagai perusahaan independen.

Meski demikian, Jacobs turut menyampaikan bahwa pihaknya tak menutup kemungkinan akuisisi. Dia menyebut dewan direksi Qualcomm masih terbuka buat bertemu dengan pihak Braodcom bagi membicarakan ‘semua kemungkinan memaksimalkan nilai para pemegang saham’.

Di dunia teknologi, Qualcomm dikenal sebagai perusahaan semikonduktor pencipta System-on-Chip (SoC) seri Snapdragon dan chip modem yg banyak dipakai di produk smartphone berbagai pabrikan. Qualcomm juga aktif mengembangkan teknologi komunikasi, termasuk jaringan seluler generasi ke-5 alias 5G yg bakal menjadi tumpuan masa depan.

Adapun Broadcom juga yaitu perusahaan semikonduktor yg membuat chip dari berbagai macam bagi dipakai di aneka produk, akan dari komputer, data center, smartphone, hingga konsol game dan perangkat GPS. Baik Broadcom maupun Qualcomm sama-sama duduk di daftar 10 besar pabrikan semikonduktor dunia lansiran firma riset pasar Gartner.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin