Rakit IPhone X, Foxconn Eksploitasi Pelajar SMA

Beijing – Ribuan pelajar SMA di China yg tengah melakukan kegiatan magang, diduga dieksploitasi oleh Foxconn, pabrikan sekaligus pemasok produk Apple di Asia. Mereka dilaporkan dipaksa bekerja melebihi batas waktu di pabrik perakitan iPhone X.

Dari pengakuan seorang siswa, mereka diminta bekerja selama 11 jam per hari. Padahal, undang-undang di China menyebutkan murid magang cuma diperbolehkan bekerja selama 40 jam per pekan. Ironisnya, pekerjaan ini jadi kewajiban yg dipenuhi oleh siswa SMA selama tiga bulan, sebagai syarat kelulusan sekolah.

“Kami dipaksakan oleh sekolah kita bagi bekerja di sini,” kata Yang, seorang siswi magang yg tidak mau disebut nama depannya. Ia mengaku terlibat dalam pembuatan iPhone X.

Dalam kurun tiga bulan, gadis berusia 18 tahun itu menyampaikan bahwa dia ditargetkan memasang 1.200 modul kamera di bodi iPhone X per harinya.

“Padahal, pekerjaan tersebut tak ada hubungannya dengan pelajaran kami,” ujar Yang.

The Guardian melaporkan, perkara ini melibatkan sedikitnya 3.000 siswa dari Urban Rail Transit School di Zhengzou. Mereka dikirim sekitar September dahulu buat bekerja di Foxconn.

Menanggapi hal tersebut, Apple dan Foxconn pun berkomentar. Mereka membenarkan adanya sejumlah siswa magang SMA yg turut kerja lembur dalam lini produksi iPhone X. Namun, Apple menyebutkan pekerjaan itu dikerjakan secara sukarela.

“Kami sudah mengonfirmasi bahwa para siswa itu bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan memberikan keuntungan, namun seharusnya mereka tak diizinkan bekerja lembur,” ujar Apple dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir 9to5Mac.

Foxconn juga mengakui ada kesalahan pada sistem pemberlakuan jam lembur pada siswa magang di pabrik mereka. Tapi sama seperti Apple, Foxconn juga enggan menyebut tindakan ini sebagai sebuah pemaksaan, karena siswa tersebut sudah mendapatkan upah yg layak.

“Semua pekerjaan bersifat sukarela dan dikompensasikan dengan tepat. Tapi, siswa magang yg melakukan kerja lembur melanggar kebijakan. Kami melarang siswa magang bekerja lebih dari 40 jam dalam sepekan,” ujelas Foxconn dalam sebuah pernyataan yg dikutip dari Financial Times.

Hingga ketika ini, belum diketahui apakah Apple dan Foxconn mulai menerima sanksi atas pelanggaran yg berlangsung.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin