Revolusi Desain Huawei Mate 20 Series

Jakarta – Huawei terus menempatkan diri sebagai vendor yg milik segudang ide bagi mendesain smartphone canggih buatannya.

Jajaran smartphone besutan Huawei terus hadir dengan desain yg revolusioner, tidak terkecuali Mate 20 Series.

Diluncurkan di London, Inggris, beberapa waktu lalu, Huawei telah mengkonfirmasi bahwa keluarga smartphone premium ini mulai diluncurkan di Indonesia pada 19 Desember mendatang.

Baca juga: Huawei Siap Boyong Mate 20 Series ke Indonesia

Lantas, apa dasar dari klaim desain Mate 20 Series begitu revolusioner?

Huawei mendesain Mate 20 Series dengan layar kaca yg memiliki sisi melengkung di atas bingkai aluminium yg solid dan poni atau notch di atasnya. Ini memberikan koefisien hambatan yg rendah. Sedang sasisnya melengkung pada ke delapan sisi, sebuah keajaiban buat dilihat.

Dengan dimensi yg kompak, semua anggota keluarga Mate 20 Series, akan dari Mate 20 Pro yg berukuran layar 6,39 inci dan Mate 20 X yg berukuran layar 7,2 inci, tetap nyaman digunakan dengan satu tangan.

Meski satu keluarga, Huawei mendesain desain layar depan Mate 20 Series dengan pilihan-pilihan yg menarik. Misalnya poni berdesain ‘tetesan embun’ alias ‘dewdrop’ di Mate 20 dan Mate 20 X, sedangkan Mate 20 Pro mengusung poni memanjang buat mengakomodasi kamera depan dan sensor penginderaan 3D yg canggih.

Bagian punggung masih mengusung lapisan kaca yg menampilkan gradasi warna nan ajaib khas Huawei. Pola ‘garis-garis bulu’ ditambahkan di punggung buat mengurangi dampak visual akibat jejak sidik jari berminyak penggunanya.

Terlepas dari hal itu, Huawei Mate 20 Series mulai tetap kelihatan bersih dan elegan.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bagian punggung Mate 20 Series tetap dirancang buat menampilkan ciri khas Huawei, merupakan gradasi warna yg fenomenal. Diciptakan dengan beberapa varian warna, salah satu yg terbaru adalah warna Emerald Green dan Midnight Blue.

Sesuai namanya, Emerald Green membuat Mate 20 Series kelihatan glamor dan mewah bak batu mulia. Sedangkan Midnight Blue menampilkan kilauan menawan dan mulai berubah ketika Anda memindahkannya.

Tapi mungkin tidak mulai ada yg menyangka bahwa Huawei mulai mendesain dan menempatkan kamera sebagaimana yg ditampilkan di Mate 20 Series. Meski smartphone dengan triple lens telah umum sejak Huawei memulainya dengan keluarga P20, tetapi cara Huawei menyusun triple lens dari Leica itu sangat unik.

Yang jelas, kombinasi power dan desain adalah ramuan unik Huawei yg membuat Mate 20 Series begitu menarik perhatian.

Kecantikannya menjadi sempurna saat bagian jeroan ditanamkan chipset paling bertenaga dan hemat energi, Kirin 980. Chipset ini diproduksi dengan teknologi 7nm dan yg pertama kali diluncurkan secara komersial di dunia.

Dibandingkan chipset yang diproduksi dengan teknologi 10nm, Kirin 980 diklaim bisa menyajikan peningkatan kecepatan sampai 20 persen, peningkatan efisiensi daya sampai 40 persen, 1,6 kali densitas logic, dan jumlah transistornya 3,5 kali lebih banyak.

Dengan kemampuan itu, Kirin 980 menjadi chipset paling bertenaga dan paling efisien, memiliki kecerdasan luar biasa, dan konektivitas yg sangat cepat. Kirin 980 mulai menghasilkan perangkat mobile yang memiliki kinerja lebih tinggi, efisiensi daya yg lebih besar, dan desain yg kompak.

Untuk keterangan lebih lanjut, segera saja sambangi tautan berikut.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin