Selandia Baru Ikut Larang Perangkat 5G Huawei

Wellington – Selandia Baru turut melarang penggunaan perangkat 5G punya Huawei dengan alasan keamanan.

Mengutip Gizmochina, Pemerintah Selandia Baru menolak permintaan operator seluler Spark buat memakai peralatan infrastruktur 5G dari Huawei.

Keputusan ini diambil atas anjuran dari AS yg melarang penggunaan perangkat 5G dari vendor yang berasal China.

AS menuduh perusahaan besar yang berasal China seperti Huawei dan ZTE melakukan pencurian data pengguna yg bisa mengancam keamanan nasional.

Washington menuding bahwa perusahaan-perusahaan ini mencuri dan mengirim data ke server mereka yg ada di China, kemudian menyalahgunakan data tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Huawei menyampaikan bahwa mereka mulai mencari jalan keluar bagi mengatasi persoalan tersebut. Saat ini, raksasa teknologi China tersebut sudah menandatangani lebih dari 20 kontrak buat mendistribusikan perangkat 5G dengan operator-operator seluler di segala dunia.

Melihat keputusan Selandia Baru, Pemerintah China pun ikut angkat bicara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyatakan keprihatinan serius dan menyampaikan hubungan bisnis China-Selandia Baru sejatinya dapat saling menguntungkan.

“Kami berharap Pemerintah Selandia Baru mampu membuat lingkungan persaingan yg adil buat perusahaan-perusahaan China yg beroperasi di Selandia Baru, dan mampu saling yakin dalam kerja sama bilateral,” ujarnya.

Saat ini, AS memang tengah gencar membujuk negara-negara sekutunya bagi melakukan tindakan serupa. Pada Agustus lalu, Australia telah lebih dahulu melarang penggunaan perangkat 5G punya Huawei.

Ketidakpercayaan AS pada China ini dilatarbelakangi perang dagang yg berimbas pada iklim industri telekomunikasi yg semakin memanas.

Selain itu, terungkapnya tindakan ZTE yg menjual peralatan AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal, membuat ketidakpercayaan ini semakin memuncak.

Puncaknya adalah ketika AS menelurkan undang-undang yg melarang institusi pemerintah dan kontraktor pemerintah memakai teknologi Huawei dan ZTE.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin