Xiaomi Meresmikan Strategi Laba Perangkat Hardware

Jakarta – Xiaomi menjanjikan kepada segala penggunanya bahwa perusahaan mulai selamanya membatasi margin laba bersih setelah pajak bagi segala penjualan hardware (termasuk smartphone, IoT dan produk lifestyle) hingga maksimum 5 persen.

Kebijakan ini mencerminkan visi pelopor dan CEO Lei Jun tentang ‘inovasi bagi seluruh orang’.

Inisiatif seperti ini jarang kelihatan dalam sejarah dunia bisnis. Xiaomi membuat pengumuman ini pada peluncuran smartphone terbaru Mi 6X, yg yaitu contoh nyata dari komitmen tersebut.

Untuk 1.599 yuan atau sekitar Rp3,5 jutaan, Mi 6X diperkuat oleh Qualcomm Snapdragon 660, dual kamera 20MP, dan software AI terbaru buat foto portrait yg indah – spesifikasi yg biasanya cuma tersedia di smartphone dalam kategori RMB 3.000 atau sekitar Rp6,5 jutaan. Hal inilah yg memamerkan filosofi ‘spesifikasi yg sama, setengah harga’.

Beberapa hari yg lalu, dewan kepengurusan Xiaomi mengeluarkan resolusi sebagai berikut: ‘Untuk akhir tahun keuangan 2018 dan setiap tahun sesudahnya, Xiaomi menjanjikan kepada segala penggunanya bahwa perusahaan mulai membatasi margin laba bersih setelah pajak bagi semua penjualan hardware (termasuk ponsel pintar, IoT dan produk lifestyle) hingga maksimum 5 persen’.

‘Jika margin tersebut melebihi 5 persen pada tahun tertentu, Xiaomi mulai mendistribusikan margin tersebut kepada para pengguna melalui cara yg masuk akal’.

Janji Xiaomi yg cukup berani tersebut dilandasi oleh model bisnis unik dan kuat, yg terdiri dari tiga pilar pertumbuhan sinergis: (1) hardware inovatif dengan kualitas tinggi dan desain yg menarik bagi memberikan pengalaman pengguna yg luar biasa; (2) ritel baru yg sangat efisien, dan (3) beragam layanan internet yg menarik.

Sistem operasi MIUI punya perusahaan mencakup banyak aplikasi yg juga dirancang oleh Xiaomi sendiri. Aplikasi-aplikasi ini tak cuma menawarkan pengalaman pengguna yg mempromosikan keterlibatan dan kesetiaan pelanggan – tetapi juga berfungsi sebagai saluran pemasaran dengan pesan yg terintegrasi dengan mulus ke dalam konten yg bisa meningkatkan pengalaman pengguna.

Sumber pendapatan perusahaan melalui layanan Internet lainnya mencakup layanan streaming video dan langganan berbayar oleh pengguna konten hiburan premium, seperti video online, konten pustaka online dan layanan keuangan Internet.

Mengomentari pengumuman itu, Lei Jun berkata,”Sejak awal, kalian memulai misi besar buat mencapai inovasi, kualitas, desain, pengalaman pengguna dan peningkatan efisiensi, buat menyediakan produk dan layanan teknologi terbaik dengan harga terjangkau. Kami berharap produk dan layanan kita mulai menolong para pengguna bagi mampu mencapai kehidupan yg lebih baik.”

Xiaomi juga sudah memperluas bisnisnya ke ranah IoT dan produk lifestyle melalui pendekatan ‘Mi Ecosystem’.

Produk ekosistemnya mencakup berbagai peralatan smart home, wearables, dan speaker AI yg mampu mengontrol lebih dari 100 macam perangkat. Ekosistem ini dibangun berdasarkan kemitraan kolaboratif antara Xiaomi dan puluhan perusahaan afiliasi yg memiliki visi serupa dengan Xiaomi merupakan ‘inovasi bagi seluruh orang’.

Lei Jun melanjutkan, “Saat kalian meresmikan prinsip dasar Xiaomi ini, kita melakukannya dengan keyakinan kuat bahwa strategi kalian buat memberikan akses Internet kepada para pengguna mulai memungkinkan kalian bagi memakai rekam jejak kalian yg kuat buat berekspansi lebih jauh di Asia, Eropa, dan di semua dunia.”

“Bahkan, pengaruh Xiaomi terhadap keadaan pasar di segala dunia sudah secara signifikan menurunkan hambatan untuk konsumen buat mampu menikmati produk dan layanan berkualitas tinggi,” imbuhnya. [ikh]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin